Pengaruh Musik Terhadap Mentalitas dan Psikologis Anak-Anak Indonesia

By on May 31, 2013
942716_585171951517318_526852386_n

Oleh: Aryo Rachmadani

Tanpa disadari musik mempunyai pengaruh mentalitas dan psikilogis terhadap kita. Walaupun ada beberapa orang menganggap pengaruh music tak berebekas atau berefek kecil pada kita, tapi secara perlahan akan berakibat besar pada orang yang mendengarkan. Bukan hanya secara fisik raga kita, tapi merembet pada sisi mental dan psikologis manusia. Setiap bunyi yang dihasilkan oleh musik dapat mengubah perilaku kita. Misalnya pada tempo, ketika musik itu dimainkan pada tempo secara perlahan maka detak jantung pun akan mengikuti tempo tersebut dan menenangkan raga kita. Apabila dimainkan pada tempo yang berlawanan maka reaksi yang diberikan  akan berbeda. Hal tadi merupakan contoh kecil efek yang diberikan musik. Belum lagi kita berbicara tentang frekuensi, nada, lirik, dan lainnya.

Musik sudah menjadi bagian hidup setiap orang yang ada di dunia, khususnya di era modernisasi. Banyak orang mendengarkan musik layaknya teman dalam beraktifitas. Menemani kita membaca buku, mengendarai kendaraan, berjalan kaki, menunggu kendaraan umum, memejamkan mata ketika tidur, dan masih banyak lagi. Pada umumnya, masyarakat menggemari musik yang mencantumkan lirik. Kesan yang muncul akan dirasa lebih lengkap jika mendengar musik yang memiliki lirik. Khusus di Indonesia mendengarkan musik instrumental masih belum populer. Tidak sedikit juga, mereka mendengarkan musik hanya sebatas masuk ke telinga atau menjadi hiburan semata. Menurut pelaku musik Redy Eko Prastyo, mereka belum bisa mendengar musik dengan menggunakan hati dan rasa. Hati dan rasa sangatlah diperlukan saat kita mendengarkan musik karena bisa membantu kita dalam menyeleksi lagu apa yang cocok untuk didengarkan. Sebagai alat bantu untuk mengatur psikologis dan mengembangkan daya pikir kreatif.

Musik sudah diperkenalkan oleh orang tua kita sejak kita kecil, mungkin sejak kita dalam kandungan. Di saat itu kita masih sangat sensitif untuk mencari sesuatu hal yang baru, tidak terkecuali  adalah bunyi-bunyi yang dipancarkan oleh lingkungan lalu ditangkap oleh kita sebagai respon anatomi. Pada anak usia dini, ketika aktifitas yang dapat dilakukan masih terbatas biasanya mereka akan sangat tertarik dengan bunyi-bunyi ataupun suara yang dihasilkan di sekelilingnya. Salah satunya sumber suara yang dihasilkan dari sebuah musik. Kalau kita perhatikan pada masa-masa sekarang jarang sekali lagu yang diciptakan khusus untuk anak-anak. Perusahaan rekaman malah berlomba-lomba menerbitkan lagu untuk kalang dewasa. Dengan dalih adalah tidak memiliki pangsa pasarnya, sehingga profit yang diberikan kepada perusahaan rekaman terbilang kecil. Kondisi social hari ini membentuk anak-anak kurang menikmati lagu seperti Anak Gembala, Libur Telah Tiba, Pelangi, dan lainnya. Mereka justru memilih lagu seperti C.I.N.T.A., Kekasih Gelapku, Teman Tapi Mesra, dan lain-lain.

Lagu untuk kalangan dewasa lebih bertemakan percintaan, perselingkuhan, atau drama picisan. Tak jarang terbesit lirik berbau mesum dan kurang santun sehingga tidak pantas bila dikonsumsi anak-anak. “lihat yang mulus (belok). lihat yang bening (belok). sampai yang disebelah gak ditengok. cakep dikit deketin. bohai dikit jabanin. hatiku terus kamu yang mainin”. Lirik negatif tersebut sudah merefleksikan gaya kehidupan remaja modern yang tidak senonoh dan tidak dipatutkan secara etika maupun agama. Maka lagu orang dewasa secara tak sadar membuat anak-anak untuk berpikir dan berperilaku layaknya orang dewasa. Kita harus sepakat tidak semua lagu orang dewasa sesuai untuk anak-anak. Jika anak-anak terus dibiarkan terpapar lagu dewasa tanpa filter, dikhawatirkan akan timbul dampak yang bisa merusak mentalitas anak-anak. Studi terkini dari Cougar Hall yang diterbitkan dalam Springer’s Journal Sexuality and Culture mengatakan, referensi seksual dalam lagu bisa membuat anak berpikir nilai diri mereka dalam tatanan masyarakat adalah untuk memberikan kepuasan seksual kepada orang lain, berisiko memandang rendah arti tubuhnya, depresi, masalah dengan makanan, penyalahgunaan obat-obatan, dan lainnya. Redy menambahkan, Ketika lagu-lagu yang tidak pantas terus-menerus dengan bebas dikonsumsi anak-anak ditambah lagi dengan imajinasi anak seusia itu masih produktif dan mudah melekat dalam ingatan sehingga dibawah alam sadarnya akan menjadi prilaku dari perbendaharaan kata-kata yang ada pada lagu tersebut. Melihat fenomenal ini, musik sudah termasuk bahaya laten yang merusak moral generasi penerus bangsa.

Negara kita memiliki Lembaga Sensor Film sebagai pelindung masyarakat dari pengaruh negative yang ditimbulkan oleh film. Lalu bagaimana dengan music? Apakah kita telah memiliki lembaga yang membantu kita menyeleksi lagu yang pantas untuk didengarkan? Sekarang Indonesia  membutuhkan lembaga seperti itu. Lembaga tersebut nantinya akan berfungsi untuk menyaring lagu-lagu yang akan diedarkan di pasaran untuk meminimalisasi dampak buruk dari lagu-lagu yang berisi pesan-pesan negatif. Tidak hanya itu, peran keluarga dalam memilih lagu untuk diperdengarkan anak sangatlah penting. Penulis pernah melihat seorang ibu mengajarkan lagu ‘Playboy’ yang dinyayikan oleh 7 Icon kepada anaknya. Padahal dalam lagu tersebut memiliki lirik yang tidak pantas. Keluarga merupakan benteng terakhir untuk anak-anak dari pengaruh buruk yang ada. Pengetahuan tentang pengaruh lagu terhadap mentalitas dan psikologis anak sangat lah dibutuhkan oleh keluarga.

Penulis lagu sebaiknya tidak hanya mementingkan profit tapi harus juga menjalakan etika dalam menjalankan profesinya. Pada jaman sekarang ini, musik sudah bisa didengarkan kapan saja dan dimana saja baik dewasa maupun anak-anak. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa kita. Jika mereka terus-menerus didengarkan lagu yang memiliki pesan negatif, tentunya kita bisa membayangkan kedepan akan menjadi seperti apa.

 

972184_585171858183994_718857271_n

988486_585171741517339_1197563996_n

988486_585171741517339_1197563996_n960011_585171624850684_839063815_n

About admin

ART MUSIC COMPOSER,ETNIC MUSIC DESIGN ,ART PROGRAM CREATIVE,ETNICHOLIC PROJECT, EMAIL: [email protected]